Sabtu, 17 Agustus 2013

Memberikan Hukuman atau Mengajarkan Disiplin ?

Hukuman dan disiplin merupakan topik yang sering dibahas dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Ketika anak berbuat kesalahan, mereka bergantung pada intervensi orang tua untuk membimbing dan mengajarkan mereka. Berbagai macam pendekatan yang dilakukan orang tua dapat membuat perbedaan besar dalam kemampuan anak belajar dari kesalahannya.
Hukuman adalah akibat yang didapat dari perilaku yang tidak baik, sedangkan disiplin adalah suatu metode untuk mengajarkan anak mengenai mana yang salah dan mana yang benar. Hukuman dapat berupa fisik, seperti memukul; atau dapat bersifat psikologis, seperti memarahi, mengunci anak di kamar, atau mengambil hak istimewa anak, seperti melarang anak menonton TV. Sedangkan disiplin merupakan sebuah alat yang dapat membantu anak untuk belajar mengendalikan diri dan bertanggungjawab atas perilaku mereka. Dengan disiplin anak akan lebih mengerti bagaimana perilaku mereka, dapat menunjukan kemandirian serta dapat menghormati diri sendiri dan orang lain.

Masalah Yang Dapat Timbul Karena Pemberian Hukuman

  • Anak tidak diajarkan bagaimana cara berperilaku yang baik. Misalnya ketika anak memukul adiknya dan ia menerima jeweran di telinga dari orang tua, anak tidak diajarkan apa yang harus dilakukan lain kali ketika ia merasa marah dengan adiknya.
  • Anak tidak dapat mengendalikan dirinya sendiri. Mereka merasa bahwa orang tua harus mengontrol perilaku dan perasaan mereka karena mereka tidak mampu melakukannya sendiri. Anak akan merasa kurang mampu untuk membuat keputusan yang baik karena orang tuanya yang selalu membuat keputusan untuknya.
  • Anak yang sering menerima hukuman akan bersikap agresif dan mempunyai sifat bermusuhan. Ketika mereka menerima hukuman, mereka lebih berfokus untuk berpikir pada betapa marahnya orang tua mereka, daripada berpikir bagaimana mereka dapat belajar dari kesalahan mereka.

Manfaat Mengajarkan Disiplin

Disiplin berfokus pada mengajarkan anak suatu keahlian baru yaitu bagaimana caranya mengendalikan perilaku, memecahkan masalah dan berurusan dengan perasaan mereka. Disiplin mengajarkan anak untuk belajar dari kesalahannya dan mencari solusi untuk masalahnya di masa mendatang.
Disiplin mengambil pendekatan otoritatif di mana anak belajar untuk mengenali perilaku mereka. Berilah konsekuensi yang masuk akal dan ada batasan waktunya. Misalnya ketika anak tidak mau tidur siang, maka ia tidak diperbolehkan bermain keluar pada sore harinya. Jelaskan padanya apa yang harus dilakukan bila ia ingin bermain keesokan harinya.
Disiplin dapat mencakup beberapa cara proaktif untuk menampilkan keterampilan baru seperti dengan menggunakan pujian atau penghargaan. Disiplin juga membantu membina hubungan yang positif antara anak dan orang tua.

Kiat Mengajarkan Disiplin

Mengajarkan disiplin kepada anak memang tidaklah selalu mudah, bahkan dapat menjadi hal yang membuat frustasi bagi kedua belah pihak. Apa yang harus dilakukan?
  • Berilah Time Outs. Time outs di sini dimaksudkan memberikan anak waktu untuk menyendiri dimana anak dapat menenangkan diri, mengendalikan dan mengakhiri perilaku buruknya dan memikirkan situasi yang terjadi secara positif. Jelaskan pada anak apa perilaku buruknya dan beri mereka waktu untuk memikirkannya.
  • Berilah kritik yang membangun. Ketika emosi anak sudah reda, duduklah dan berbicaralah mengenai bagaimana mereka dapat mengekspresikan perasaan mereka secara berbeda ketika dihadapkan pada situasi yang sama di masa mendatang. Beri saran yang positif pada reaksi yang mereka pilih.
  • Mengalihkan perhatian. Pada anak kecil, mengalihkan perhatian merupakan cara yang baik untuk menegakkan perilaku positif tanpa harus memberikan hukuman. Metode ini merupakan tindakan disipliner untuk mengalihkan perhatian dari perilaku yang buruk dari seseorang atau sesuatu dengan cara yang sehat.
Setiap keluarga dan setiap anak adalah berbeda. Tetapi mengajarkan kedisiplinan sejak kecil dapat membantu ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Konsisten, kejelasan mengenai batas dan perilaku yang diharapkan akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang baik, percaya diri dan dapat mengatasi masalah.

Perlukah Anak Usia Sekolah Mengonsumsi Minyak Ikan ?

Anda pasti tidak asing lagi dengan kandungan gizi yang ada dalam minyak ikan. Minyak ikan memiliki beberapa nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh, misalnya Asam lemak omega-3, DHA (docosahexaenoic acid), dan EPA (eicosapentaenoic acid). Tahukah Anda, apa saja manfaat dari minyak ikan? Manfaat minyak ikan antara lain :
1. Menormalkan kadar trigliserida
2. Menurunkan tekanan darah
3. Menyehatkan jantung dan mencegah stroke
4. Menjaga kulit agar awet muda
5. Mencerdaskan otak
6. Berfungsi sebagai anti peradangan
Nah, mengingat besarnya manfaat minyak ikan diatas, maka timbullah satu pertanyaan “perlukah anak usia sekolah mengonsumsi minyak ikan? Sebenarnya, tanpa mengonsumsi suplemen minyak ikan pun, Anda bisa mendapatkan asupan DHA, EPA, serta asam lemak esensial dari makanan yang dikonsumsi setiap hari, misalnya dari daging, ikan laut (ikan salmon, tuna dan makarel), kacang-kacangan, buah dan sayuran.


Banyaknya iklan yang gencar mempromosikan pentingnya minyak ikan bagi anak-anak dimasa pertumbuhan membuat orang tua ragu dan bingung, sebenarnya perlukah anak usia sekolah mengonsumsi minyak ikan? Memang diakui, iklan di berbagai media menawarkan suplemen minyak ikan dengan iming-iming yang membuat para ibu tergoda untuk membelinya. Hal itu tidak salah, karena faktanya minyak ikan memang sangat baik dan bermanfaat. Namun, semua itu berpulang pada pilihan kita sendiri, mau menggunakan atau tidak. Karena pada dasarnya alam sudah menyediakan beragam bahan makanan yang mudah didapatkan, misalnya :
• Protein yang bisa kita dapatkan dari hewan dan tumbuhan.
• Vitamin yang bisa kita peroleh dari buah dan sayuran
• Mineral yang bisa diperoleh dari sayuran, buah-buahan dan lauk pauk.
• Asam lemak Omega 3 yang bisa diperoleh dari telur, walnut, ikan sarden, makerel, tuna, dan lain-lain
• Asam lemak omega 6 yang bisa diperoleh dari jagung, kedelai, minyak biji bunga matahari, daging, dan lain sebagainya.

Ulasan diatas rasanya sudah cukup menjawab rasa penasaran Anda mengenai pertanyaan perlukah anak usia sekolah mengonsumsi minyak ikan? Jadi, Anda tidak perlu takut atau khawatir untuk mengatakan “tidak” pada suplemen minyak ikan, asalkan Anda yakin telah menerapkan menu makanan yang bergizi seimbang pada anak. Namun tidak ada larangan bagi Anda yang tetap ingin memberikan suplemen minyak ikan pada anak usia sekolah, hanya saja disarankan untuk berhati-hati dalam mengonsumsinya.
Alasanya adalah karena terdapat beberapa jenis ikan besar yang memiliki kadar kontaminan racun cukup tinggi, misalnya ikan hiu, tuna, albacore, dan swordfish. Jadi orang tua harus memilih minyak ikan yang berlabel “bebas dari logam berat” dan perhatikan pula efek samping yang kemungkinan muncul, diantaranya : diare, mual, kembung, memar-memar, dan lain sebagainya. Jika mendapati efek samping tersebut, Anda harus segera mendatangi Rumah sakit atau layanan kesehatan terdekat untuk menjalani pemeriksaan.

Keuntungan Berolahraga untuk Si Kecil

“Dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat”, pepatah lama tersebut memang benar adanya. Tubuh yang kuat karena rajin berolahraga secara langsung juga merangsang perkembangan otak menjadi lebih baik, sehingga akibat yang ditimbulkan dalam kejiwaan atau mental seseorangpun juga menjadi baik. Tak hanya menjadi sehat, olahraga juga merupakan sarana untuk menghindarkan diri dari gangguan penyakit atau bahkan bisa menyembuhkan suatu penyakit, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Seseorang yang melakukan olahraga secara teratur dan disiplin akan terhindar dari berbagai penyakit tiga kali lipat dibanding orang yang jarang melakukan olahraga. Oleh sebab itu akan lebih baik jika olahraga diterapkan sedini mungkin dalam keluarga, terutama untuk anak-anak. Dalam masa pertumbuhan anak, selain asupan gizi yang diperlukan, olahraga juga memiliki peranan yang sangat penting, seperti membantu pembentukan tulang. Lalu apa saja sih keuntungan berolahraga untuk si kecil? Silahkan baca lebih detil artikel berikut ini.

Banyak keuntungan berolahraga untuk si kecil yang bisa membantu orangtua dalam menghadapi tumbuh kembang anak, antara lain :

  1. Melatih otot tubuh menjadi kuat Dengan keteraturan dan disiplin dalam berolahraga, secara langsung melatih sendi dan otot tubuh menjadi lebih kuat dan sehat. Tubuhpun tak mudah terserang penyakit.
  2. Meningkatkan kecerdasan otak anak, karena dengan berolahraga akan membantu merangsang pertumbuhan otak hingga anak mampu berkonsentrasi pada tugas atau pelajaran serta mampu mengatur waktu menjadi lebih efektif.
  3. Olahraga menjadi sarana untuk bersosialisasi dan meningkatkan kepercayaan diri. Bertemu dengan banyak teman dalam olahraga yang sama menjadikan anak mampu menciptakan komunikasi dengan sendirinya, sehingga mereka mampu menentukan sikap dalam setiap kondisi. Tak hanya itu kepercayaan diripun akan terbentuk dengan sendirinya.
  4. Mencetak prestasi. Tekun dalam salah satu bidang olahraga akan membuat anak mampu berprestasi. Dengan mengikuti berbagai kejuaraan dalam olahraga, anak akan termotivasi untuk meraih yang terbaik.
  5. Mengajarkan kerjasama. Anak akan terlatih untuk bekerjasama dengan baik melalui tim dalam olahraga. Dengan begitupun anak akan mampu menghargai setiap pencapaian dalam sebuah pertandingan.
  6. Menghindarkan anak dari pergaulan bebas dan nakal. Waktu akan terisi dengan baik dan membuat anak tak lagi memiliki kesempatan untuk melakukan hal yang tak baik.
Keuntungan berolahraga untuk si kecil akan segera terlihat hasilnya ketika orangtua tekun menerapkan olahraga bagi anak.

Jumat, 16 Agustus 2013

Penyebab Gatal Pada Kehamilan Trimester 2

Gatal-gatal kerap kali menjadi salah satu bagian pengganggu bagi wanita yang sedang hamil. Ini dikarenakan kulit wanita menjadi lebih sensitif ketika dia sedang hamil. Ditambah dengan kebiasaan yang kurang baik jika dilakukan pada waktu hamil seperti mandi dengan menggunakan air hangat, mandi berlama-lama, mandi dengan memakai spons dan menggosoknya ke permukaan kulit dengan terlalu keras,  akan membuat lapisan kulit epidermis  mengelupas sehingga kulit menjadi sangat mudah gatal. Dengan membesarnya perut ibu dari hari ke hari maka daerah-daerah lipatan di sekitar perut akan semakin banyak dan ini memiliki resiko lebih besar terinfeksi dan terasa gatal.  Rasa gatal tersebut juga bisa disebabkan oleh alergi tertentu baik pada alergi obat, makanan, vitamin, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, gatal ini juga bisa disebabkan oleh adanya gangguan-gangguan tertentu pada tubuh seperti yang sering terjadi pada wanita hamil yaitu autoimum, eksim, biduran, stretch mark, dan lain sebagainya.

Untuk  penyebab gatal pada kehamilan trimester 2  yang lain adalah kholestatis. Kholestatis merupakan gangguan fungsi saluran empedu yang disebabkan oleh penyaluran asam empedu yang tidak normal dari organ hati ke organ usus kecil. Gangguan ini bisa menjadi penyebab rasa gatal pada ibu hamil. Rasa gatal tersebut diakibatkan oleh adanya gangguan pada saluran empedu sehingga fungsi pada kandung empedu menjadi berkurang. Pengurangan fungsi kandung empedu ini menyebabkan meningkatnya bilirubin pada organ hati sehingga ketika memasuki aliran darah bisa memunculkan rasa gatal.  Adapun gejala gangguan ini adalah adanya pruritus yang sering muncul pada trimester dua dan tiga. Urin berubah warna menjadi gelap, sedangkan warna mata dan juga kulit menjadi kuning. Pruritus muncul pada bagian perut akibat distensi pada kulit di daerah perut. Ini seringkali menimbulkan stretch mark yang sangat sulit dihilangkan bahkan ketika sudah melahirkan. Untuk rasa gatal akibat kholestasis tersebut ada hubungannya dengan naiknya kadar pada asam empedu.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil supaya rasa gatal tersebut tidak menyebabkan efek lebih lanjut adalah dengan menahan untuk tidak menggaruknya secara berlebihan atau kasar, terutama pada bagian perut. Jika muncul rasa gatal sebaiknya ibu hamil segera periksa ke dokter untuk penanganan dini. Meskipun tidak terlalu berbahaya,  akan tetapi membiarkannya supaya tidak berkelanjutan merupakan tindakan yang bijaksana. Dengan mengenali penyebab gatal pada kehamilan trimester 2  diharapkan ibu hamil lebih berhati-hati lagi, seperti tidak mandi terlalu lama dan sering menggunakan air hangat. Jika takut dingin sebaiknya mandi menjelang sore seperti jam 3 sampai jam 5. Badan tetap segar dan biasanya tidak terlalu dingin. Usahakan juga untuk tidak menggunakan spons yang kasar saat mandi.

Amankah Persalinan dengan Alat Bantu Vakum

Proses melahirkan dengan alat bantu vakum menjadi momok tersendiri bagi sebagian Ibu hamil.  Rumor yang beredar di masyarakat mengenai alat bantu vakum ini mencemaskan Ibu hamil yang ingin melahirkan normal.  Rumor bahwa melahirkan dengan alat bantu vakum bisa mengurangi kecerdasan anak dan menghambat pertumbuhan otak.
Padahal, proses persalinan dengan vakum aman apabila dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih dan kompeten. Anak-anak yang dilahirkan dengan alat bantu vakum memiliki kualitas yang sama dengan anak-anak yang dilahirkan secara normal tanpa bantuan alat.
Keputusan untuk melakukan proses persalinan dengan alat bantu vakum juga melalui pertimbangan medis. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan misalnya faktor gawat janin, Ibu yang menderita preeklamsia berat dan sakit jantung. Pada dasarnya, apapun proses persalinan pasti memiliki resiko sendiri.
Yang perlu diperhatikan saat dilakukan vakum adalah cup atau mangkuk tidak boleh dipasang di ubun-ubun besar. Tekanan yang dilakukan harus bertahap. Cup dengan tekanan negatif tidak boleh terpasang lebih dari 30 menit. Vakum tidak boleh pada bayi prematur.

Kekurangan dan Kelebihan

  1. Kelebihan :
    •  sisi biaya jauh lebih murah dari pada tindakan operasi caesar
    • mempercepat proses kelahiran bayi dan
    • bisa menyelamatkan satu atau dua nyawa sekaligus.
   2.  Kekurangan :
    • efek langsung yang terlihat pada bayi pasca dilakukan proses vakum adalah terbentuknya kulit kepala yang menonjol atau terlihat “panjul”. Tepatnya pada bekas alat vakum yang ditempelkan pada kulit kepala bayi. Hal ini terjadi karena tarikan alat vakum saat mengeluarkan kepala bayi. Namun Anda tidak perlu khawatir karena bekas tonjolan ini akan hilang dalam waktu 3-4 minggu. Dokter akan memberikan obat untuk membuat tonjolan kulit kepala bayi yang menonjol menjadi normal kembali.
    • Pada sebagian Ibu yang melakukan persalinan dengan alat bantu vakum akan mengalami trauma persalinan, pendarahan, robekan pada jalan lahir akibat episitiomi yang dilakukan dokter, infeksi, robekan pada bibir vagina akibat terjepit kepala bayi dan cup.
Persalinan memang memiliki resiko pada ibu dan bayi, tetapi dengan keahlian penolong persalinan diharapkan resiko bisa diminimalisasi dengan mempertimbangkan faktor medis dan kondisi ibu serta bayi.

Amankah Persalinan dengan Alat Bantu Forceps

Forceps adalah salah satu alat bantu dalam proses persalinan. Cara ini memiliki prosedur yang cukup aman selama memenuhi persyaratan untuk dilakukan persalinan dengan alat bantu forceps. Saat ini memang persalinan dengan alat bantu forceps sudah jarang dilakukan tim medis, namun persalinan dengan cara ini dinilai cukup aman selama dilakukan oleh orang-orang yang sudah terlatih.
Forceps sendiri berbentuk seperti penjepit yang terbuat dari metal. Lingkarannya dirancang sesuai dengan ukuran kepala bayi normal. Persalinan dengan alat bantu forceps digunakan untuk memudahkan persalinan, misalnya memutar kepala bayi yang tidak sesuai dengan letaknya, ketika Ibu hamil sudah kelelahan dan tidak sanggup mengejan lagi atau persalinan yang terlalu lama.

Kelebihan dan Kekurangan

  1. Kelebihan  :
    • sangat membantu Ibu hamil yang sudah kehabisan tenaga untuk mengejan atau memang tidak diperbolehkan mengejan seperti pada Ibu hamil yang menderita preeklamsia berat
    •  memberikan hasil yang lebih baik dari pada alat bantu lain dan
    • memudahkan persalinan berikutnya.
  2. Kekurangan :
    • membahayakan janin jika dilakukan dengan cara yang salah
    • robekan pada vagina Ibu akan lebih lebar dan tidak teratur
    •  secara psikologis akan mempengaruhi pasien seperti ketakutan untuk hamil dan bersalin lagi, sehingga gairah seksual menurun.
Syarat dilakukan persalinan dengan alat bantu forceps adalah letak kepala bayi sudah sampai di dasar panggul Ibu, pembukaan sudah lengkap, bayi dalam keadaan hidup dan ketuban sudah pecah. Penggunaan forceps juga harus hati-hati  karena jika gagal akan mencederai Ibu dan bayi. Prinsip kerja forceps adalah menjepit kepala bayi dari sisi kiri dan kanan, lalu ditarik keluar oleh dokter.
Pemasangan forceps juga harus hati-hati karena jika tidak pas maka kepala bayi tidak boleh ditarik. Karena alat forceps ada dua, yaitu sisi kanan dan kiri, maka keduanya harus benar-benar pas. Kalau tidak,  akan melukai muka bayi atau bagian lain dari kepala bayi. Cedera pada pemakaian alat bantu forceps saat melahirkan memang tidak permanen tapi akan menimbulkan trauma dan cedera pada keduanya jika tidak dipasang dengan baik.
Keputusan tindakan tambahan dalam persalinan biasanya terjadi saat proses persalinan.  Ada baiknya pada konsultasi terakhir, pihak pasien dan penolong persalinan membahas kemungkinan resiko persalinan yang mungkin terjadi.

Mempersiapkan Jalan Lahir Sebelum Persalinan

Episiotomi atau pengguntingan daerah perineum (daerah antara mulut rahim dan anus) adalah hal yang ditakutkan sebagian Ibu hamil. Mendengar cerita dari salah seorang teman yang baru saja melahirkan dan melewati proses episi0tomi, Anda pasti ngeri mendengarnya. Agar terhindar dari proses episiotomi, Anda bisa mempersiapkan jalan lahir sebelum proses persalinan tiba.

Mempersiapkan Jalan Lahir

  • Pijat Perineum
Pijat Perineum adalah stretching super lembut pada jalan lahir yang dilakukan di minggu-minggu terakhir kehamilan Anda. Biasanya dilakukan pada usia kehamilan 34 minggu. Lama pemijatan untuk awal adalah 10 menit, kemudian di hari-hari terakhir menjelang persalinan turun menjadi 3 – 5 menit saja. Apa yang perlu Anda persiapkan? Siapkan minyak yang mengandung vitamin E seperti virgin coconut oil. Minyak ini akan berfungsi sebagai pelumas. Potonglah kuku jari Anda dan cuci tangan hingga bersih. Lakukan posisi duduk dengan kaki terbuka atau posisi seakan-akan Anda hendak melahirkan. Oleskan minyak pada jempol dan daerah perineum.
Usahakan Anda rileks karena akan mempengaruhi ketegangan otot perineum. Pijat daerah perineum dengan sedikit ditekan dari atas ke bawah (menuju anus) dan pijat juga ke arah kanan dan kiri secara bergantian. Lakukan pemijatan ini hingga daerah tersebut terasa sedikit panas. Lakukan selama 10 menit dengan perlahan. Setelah itu kompreslah dengan air hangat. Lakukan seminggu 5-6 kali. Saat mendekati persalinan lakukan setiap hari dengan durasi waktu 3-5 menit saja. Tujuan dilakukan pijat perineum adalah meningkatkan elastisitas jalan lahir
  • Senam Kegel
Senam kegel sangat bermanfaat bagi Ibu hamil karena senam ini dapat membuat otot jalan lahir menjadi lebih lentur dan lebih kuat saat menghadapi persalinan nanti. Senam kegel bisa dilakukan saat kehamilan Anda memasuki usia 4 bulan. Senam kegel sangat mudah dilakukan dan berikut ini adalah caranya. Ambil posisi terlentang, tekuk lutut Anda, dan renggangkan kaki (posisi hendak melahirkan). Kuatkan otot-otot vagina, seperti Anda menahan buang air kecil, selama 5 detik atau hitungan kelima. Lakukan itu sebanyak 25x setiap sesi latihan. Lakukan sebanyak 3-4 kali dalam seminggu.
Dengan mempersiapkan jalan lahir secara fisik dapat sekaligus mempersiapkan mental untuk menghadapi persalinan.  Keikutsertaan senam hamil pada waktunya juga turut melengkapi kesiapan Anda.

Mencegah Bayi Kembar Lahir Prematur

Mengandung dua bayi sekaligus alias kembar adalah anugerah bagi sebagian orang yang mengalaminya. Dalam kondisi mengandung janin kembar,  Anda harus lebih ekstra dalam menjaga kesehatan Anda dan kedua jabang bayi Anda. Mulai dari asupan makanan dan aktifitas selama mengandung. Kehamilan kembar memiliki resiko yang tinggi, salah satunya bayi kembar lahir prematur
Tentu tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya terlahir prematur atau lahir sebelum waktunya. Biasanya terlahir di bawah usia 37 minggu. Namun Anda tidak bisa menutup mata bahwa semua resiko persalinan bisa dialami oleh Anda, termasuk bayi kembar lahir prematur.

Mencegah Bayi Kembar Lahir Prematur

  • Lebih Waspada
Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui tanda-tanda bayi akan  lahir yaitu timbulnya rasa mulas yang teratur dan diikuti dengan adanya pembukaan jalan lahir. Beberapa kasus Ibu hamil yang mengalami kontraksi dini bisa diselamatkan dengan cara dirawat di rumah sakit hingga usia kehamilan mencukupi untuk melahirkan tetapi ada juga yang terpaksa harus melahirkan bayinya segera atas indikasi medis lain.
  • Patuhi Jadwal Kunjungan Dokter
Memeriksakan kandungan secara rutin adalah kewajiban yang harus Anda lakukan, terlebih yang Anda kandung adalah dua bayi sekaligus. Melalui pemeriksaan rutin dengan dokter, Anda bisa mengetahui perkembangan janin dari waktu ke waktu. Melalui USG 2 Dimensi atau 4 Dimensi akan dengan jelas diketahui bagaimana perkembangan dan kesehatan anak-anak Anda di dalam kandungan. Dokter Anda tentu tidak tinggal diam jika ada masalah serius dengan bayi kembar Anda.
  • Pemberian Obat
Jika sudah terjadi indikasi kelahiran prematur, dokter akan memberikan obat-obatan untuk menghentikan kontraksi rahim dengan memberikan obat-obatan yang dibutuhkan. Perlakuan terapi hormon  juga bisa diberikan. Tujuannya adalah untuk mengurangi resiko sindrom gawat nafas bayi saat dilahirkan nanti, mencegah radang usus, pendarahan intravertikel dan mencegah kematian bayi.
  • Istirahat dan Makan yang Cukup
Mengandung bayi kembar tentu sangat melelahkan karena beban perut Anda bisa dua kali lipat dari Ibu hamil tunggal. Istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi tinggi perlu Anda lakukan.
  • Kurangi Hubungan Suami Istri
Kurangi frekuensi berhubungan badan dengan suami, terutama saat usia kehamilan memasuki minggu ke 28. Ini perlu diperhatikan karena untuk mengurangi efek dari sperma yang mengandung prostaglandin yang bisa memicu rasa mulas.
Kondisi seorang hamil bukanlah kondisi orang sakit tetapi tentu perlu adaptasi dalam hal aktifitas dan asupan gizi.  Perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan juga perlu ditingkatkan.  Apalagi pada kehamilan bayi kembar, hal-hal tersebut perlu dilipatgandakan.  Tujuannya untuk menghindari bayi kembar lahir prematur.

Beberapa Resiko Saat Melahirkan

Persalinan atau melahirkan bayi adalah momen yang paling ditunggu Anda dan keluarga. Anda belum bisa bernafas dengan lega sebelum bayi Anda berada dalam pelukan karena apapun bisa terjadi saat persalinan. Tidak ada orangtua yang menginginkan hal buruk terjadi pada saat persalinan, tapi sikap waspada terhadap resiko saat melahirkan  sangat diperlukan.

Beberapa Resiko Saat Melahirkan

  • Persalinan Terlalu Lama
Umumnya persalinan terjadi 12 jam setelah Anda mengalami mulas dengan teratur. Persalinan terlalu lama ini biasanya terjadi karena letak posisi janin yang salah, Anda tidak kuat mengejan, akibat panggul sempit.
  • Ibu Hamil Pingsan atau Kejang-Kejang
Pingsan atau mengalami kejang-kejang saat persalinan jarang terjadi.   Perlu penanganan serius jika Anda sampai mengalami hal ini. Biasanya pingsan terjadi karena Anda kurang tenaga, terlalu lelah atau tekanan psikologis akibat merasa terlalu takut melahirkan normal
  • Plasenta Tertinggal di Rahim
Bayi Anda sudah lahir dengan selamat ke dunia tapi ari-ari atau plasenta masih tertinggal di dalam dan sulit untuk dijangkau oleh tangan penolong persalinan. Istilah medis dari kondisi ini adalah retensio plasenta. Plasenta yang tertinggal di dalam rahim akan mengakibatkan pendarahan, infeksi karena dianggap benda asing oleh rahim.
  • Terjadi Gawat Janin
Gawat janin ditandai dengan melemahnya denyut jantung janin yaitu kurang dari 100 per menit atau lebih dari 180 per menit dan air ketuban berwarna hijau kental dan berbau. Dokter akan melakukan penanganan dengan cara menyuruh Anda untuk berbaring miring, Anda menarik nafas panjang dan berhenti mengejan.  Tindakan selanjutnya biasanya dilakukan operasi caesar agar bayi dapat segera diselamatkan.
  • Plasenta atau Anggota Badan Janin Keluar dari Jalan Lahir
Plasenta yang keluar terlebih dahulu sebelum janin sangat membahayakan kondisi janin di dalam kandungan. Begitu juga dengan kondisi dimana salah satu anggota badan janin keluar dari jalan lahir terlebih dahulu. Jika dilakukan persalinan dengan normal diperlukan teknik dan pengawasan yang ketat serta dilakukan oleh tenaga profesional. Karena jika salah mengambil tindakan akan berakibat fatal pada janin. Misalnya terjadi patah tulang pada anggota tubuh janin karena dipaksakan keluar.

Kamis, 15 Agustus 2013

Kanker Payudara Menyerang Anak Remaja Dalam Masa Pertumbuhan

Anda mungkin pernah mendengar acara-acara seperti berjalan kaki atau balap mobil yang diselenggarakan dalam rangka menggalang dana untuk penelitian penyakit kanker. Atau Anda mungkin pernah melihat orang-orang yang memakai pita pink di pakaian mereka. Kanker, menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti di seluruh dunia. Bukan hanya kanker payudara namun hampir semua jenis kanker sangat menyeramkan dan merupakan penyakit mematikan. Bagi wanita sendiri, kanker payudara merupakan jenis penyakit paling mengerikan. Kebanyakan kanker payudara menyerang orang dewasa dan sejauh ini fakta itulah yang kita ketahui namun ternyata kanker ini bisa juga menyerang anak remaja. Tentu saja hal ini mengagetkan kita semua, bagaimana mungkin anak remaja terserang kanker? Apa penyebabnya? Pertanyaannya lagi adalah bisakah kanker payudara menyerang anak remaja dalam masa pertumbuhan?

Kanker Payudara Merupakan Salah Satu Penyakit Yang Umum Dialami oleh Wanita

Hingga saat ini kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang umum dialami oleh wanita dewasa. Kanker ini sangat langka dialami oleh pria walau pada beberapa kasus hal ini mungkin terjadi. Kanker payudara juga tidak berdampak pada anak-anak. Meskipun kanker payudara merupakan penyakit yang umum, namun sangat jarang menimpa anak remaja dalam masa pertumbuhan. Adapun penyakit yang sering terjadi pada anak remaja secara umum adalah benjolan di payudara yang sering disebut sebagai perubahan payudara fibrosistik. Namun jangan khawatir kondisi ini termasuk jinak.
Nah, di masyarakat yang sering terjadi adalah kerancuan antara kanker dan benjolan di payudara sehingga akhirnya membuat kepanikan yang luar biasa. Seringkali remaja salah melihat antara benjolan berbahaya dengan pertumbuhan payudara pada masa pubertas. Jika benjolan payudara terasa sakit, hangat atau kemerahan, maka hal ini bisa jadi akibat infeksi payudara dan mungkin memerlukan antibiotik. Meskipun kanker payudara termasuk jarang terjadi pada remaja tetapi banyak remaja merasa khawatir dengan penyakit ini.

Remaja Memerlukan Informasi Tentang kanker Payudara

Mereka memerlukan informasi bisakah kanker payudara menyerang anak remaja dalam masa pertumbuhan, masa sedang mereka alami sekarang? Orangtua dan ahli medis harus menyebarkan informasi mengenai kanker payudara agar setiap orang meningkatkan kesadaran diri akan kesehatan tubuhnya. Namun, bukan hanya wanita dewasa yang pada umumnya bisa terserang kanker payudara, remaja putripun bisa terkena penyakit berbahaya ini walaupun ini jarang terjadi.
Sebagai antisipasi sebaiknya sejak awal masa remaja, mereka harus dididik mengenai pemeriksaan payudara. Mereka harus belajar mengetahui rasanya pertumbuhan payudara normal. Hal seperti ini akan membuat remaja lebih paham ketika muncul perubahan fisik pada dirinya. Jika remaja putri mengetahui adanya benjolan pada payudaranya maka dia harus menemui ahli medis untuk melakukan pemeriksaan payudara yang menyeluruh. Pemeriksaan medis sejak dini akan mengurangi tingkat resiko terkena penyakit kanker payudara pada wanita.

Remaja Juga Harus Dididik Mengenai Cara Mengurangi Resiko Terkena Kanker Payudara

Remaja juga harus dididik mengenai cara mengurangi resiko terkena kanker payudara termasuk olahraga dan diet rendah lemak atau diet kaya serat. Sekarang Anda sudah tahu jawaban dari bisakah kanker payudara menyerang anak remaja dalam masa pertumbuhan? Bisa, meskipun jarang terjadi.
Anda bisa mulai mensosialisasikan informasi ini pada anak-anak remaja di sekeliling Anda. Jangan sampai remaja putri mengabaikan sinyal-sinyal tertentu pada payudara yang bisa membahayakan diri mereka. Mereka harus mengenal deteksi dini kanker payudara agar bisa lebih waspada dan terhindar dari kematian dan rasa sakit yang luar biasa. Sayangi diri Anda dan sayangi orang di sekeliling Anda dengan menyebarkan informasi ini.

Mengatasi Demam pada Anak Secara Alami

Demam merupakan sebuah gejala dari penyakit tertentu. Hal ini bisa diartikan sebagai bentuk perlawanan tubuh terhadap penyakit sebelum penyakit tersebut berhasil menguasai tubuh. Pada anak-anak, demam merupakan hal yang biasa. Akan tetapi karena daya tahan tubuh anak-anak masih rendah, demam tetap harus diwaspadai. Tentu saja karena bukan tidak mungkin demam ini menjadi gejala dari penyakit yang lebih serius.
Pada anak-anak mengatasi demam secara alami akan lebih baik daripada memberi obat-obatan kimia. Sebab beberapa zat kimia biasa saja membahayakan tubuhnya. Baik itu untuk pertumbuhannya maupun perkembangannya.
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan dalam mengatasi demam pada anak secara alami.
  • Cara pertama yang bisa dilakukan dalam mengatasi demam pada anak secara alami adalah memberikan minum sebanyak-banyaknya. Baik itu air putih maupun jus buah. Selain bisa menurunkan suhu tubuhnya, air bisa membuat anak terhindar dari dehidrasi yang justru bisa membahayakan tubuhnya.
  • Menyuruh anak untuk istirahat, terutama tidur. Jangan biarkan anak bermain atau beraktivitas terlalu banyak karena hal ini bisa membuat suhu tubuhnya meningkat.
  • Tidak membiarkan anak makan makanan padat yang keras karena akan membuat organ-organ sistem pencernaannya bekerja ekstra-keras, dan ini tentu akan membuat suhu tubuhnya meningkat. Sebaliknya, berikan anak Anda makanan lunak, seperti jus, bubur, atau sup.
  • Memberikan makanan yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya. Misalnya sup ayam, buah-buahan lunak, dan juga sayuran.
  • Mandi air hangat sekitar 5 menit. Akan tetapi di sini harus hati-hati agar anak terhindar dari masuk angin.
  • Melakukan kompres air hangat atau kompres air dingin di keningnya yang diganti setiap jeda waktu tertentu.
  • Menggunakan pakaian yang tipis tapi tidak terlalu terbuka. Tujuannya adalah agar suhu tubuhnya bisa berdifusi dengan udara luar dan bukan malah menyerap suhu tubuh dari luar yang justru akan membuat suhu tubuhnya bertambah tinggi.
  • Tidak memberikan suplemen atau obat apa pun tanpa resep dokter karena tubuh anak-anak belum mampu menerima suplemen atau obat sembarangan layaknya orang dewasa.
Nah itulah beberapa di antaranya cara mengatasi demam pada anak secara alami. Waspadai segala hal kecil yang terjadi pada tubuhnya. Berkonsultasilah dengan dokter jika suhu tubuh anak dirasa sangat tinggi. Kehati-hatian mutlak dilakukan sebab kita tak pernah tahu apa penyebab yang sebenarnya dari demam itu sendiri.

Demam Dengue

Demam Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Ketika nyamuk Aedes Aegypti menggigit orang yang telah terinfeksi dengan virus dengue, maka nyamuk itu akan menjadi pembawa virus tersebut (carrier). Bila nyamuk ini menggigit orang lain maka orang tersebut dapat terinfeksi dengan virus dengue. Virus dengue sendiri tidak dapat menyebar langsung dari orang ke orang.
Demam Dengue disebabkan oleh 4 jenis virus yang serupa yang disebarkan oleh nyamuk dari keluarga Aedes yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3 dan DENV-4. Banyak anak yang terinfeksi virus dengue tidak memiliki gejala, sedangkan beberapa anak memiliki gejala ringan yang muncul dari 4 hari sampai 2 minggu sejak terinfeksi oleh nyamuk. Setelah anak-anak mengalami sakit, biasanya mereka akan menjadi kebal terhadap jenis virus tertentu, meskipun mereka masih dapat terinfeksi oleh salah satu dari 3 jenis virus lainnya.

Gejala Demam Dengue

Demam Dengue disebut juga dengan Breakbone Fever karena gejalanya disertai dengan sakit sampai ke tulang.
Gejala dari Demam Dengue meliputi :
- demam tinggi, dapat mencapai 40°C
- sakit di belakang mata, sendi, otot atau tulang
- sakit kepala
- ruam di sebagian besar tubuh
- pendarahan ringan dari hidung atau gusi
- mudah memar
Pada umumnya gejalanya akan ringan pada anak kecil dan mereka yang terinfeksi untuk pertama kalinya. Pada anak yang lebih besar, orang dewasa atau mereka yang pernah terinfeksi dapat mengalami gejala yang lebih parah.
Pada Demam Berdarah Dengue dan Dengue Shock Syndrome akan memiliki gejala demam dengue selama 2 sampai 7 hari. Setelah demam reda, maka gejala lain akan memburuk seperti :
- masalah pencernaan seperti mual, muntah, atau sakit perut
- perdarahan pada hidung, mulut dan gusi
- feses berwarna hitam yang menandakan adanya pendarahan di organ dalam
- rasa haus berlebihan
- kulit pucat dan dingin
- penurunan kesadaran dan mengantuk
- masalah pernapasan seperti kesulitan bernapas
Jika tidak diobati, dehidrasi, perdarahan berat, dan penurunan tekanan darah yang cepat (syok) dapat terjadi. Gejala-gejala ini mengancam kehidupan dan memerlukan perhatian medis segera.

Pengobatan Demam Dengue

Tidak ada pengobatan khusus untuk demam dengue. Kasus yang ringan dapat diobati dengan memberikan banyak cairan untuk mencegah dehidrasi dan banyak istirahat. Untuk sakit kepala atau rasa sakit lainnya dapat diobati dengan penghilang rasa sakit seperti acetaminophen. Hindari penggunaan aspirin atau ibuprofen karena akan membuat pendarahan lebih mungkin.
Bila menjalani rawat inap di rumah sakit, biasanya dokter akan memberikan cairan intravena (IV) dan elektrolit (garam) untuk menggantikan cairan yang hilang karena muntah atau diare. Cara ini biasanya cukup efektif untuk mengobati penyakit selama terapi ini dilakukan sedini mungkin. Pada kasus yang cukup parah, dokter mungkin harus melakukan transfusi untuk menggantikan darah yang hilang.

Pertolongan Pertama Epistaksis Pada Anak

Epistaksis atau mimisan adalah  perdarahan yang keluar dari hidung dan biasa terjadi pada anak-anak. Perdarahan pada hidung adalah lepasnya lapisan mukosa pada hidung. Ada dua tipe epistaksis/mimisan yaitu:  tipe anterior (bagian depan) dan tipe posterior bagian belakang. Penyebab utama secara umum dari  mimisan adalah lokal dan sistematik.

Mimisan lokal adalah: mimisan yang di sebabkan karena terjadi kecelakaan. Seperti patah tulang hidung, kemasukan benda ke dalam lubang hidung, mengorek hidung terlalu keras dan hal ini biasa terjadi pada anak-anak. Mimisan sistemik adalah: mimisan yang terjadi akibat penyakit yang di derita pada tubuh si anak, seperti demam berdarah, leukemia, penyakit kuning.
Jika  anak Anda mengalami mimisan dan keluar darah yang terus menerus setelah 15 atau 20 menit, atau anak telah mengalami cederapada hidung, sebaiknya segera mencari bantuan medis. Tapi sebelum Anda memutuskan untuk mencari bantuan medis  ada baiknya Anda melakukan hal sebagai berikut sebagai pertolongan sampai pertolongan medis datang.

Pertolongan pertama untuk mengatasi epistaksis/mimisan pada anak:

  • Sarankan si anak untuk duduk dan bersandar sedikit ke depan
  • Bernapas melalui mulut.
  • Jepit hidung sehingga hidung ditutup antara ibu jari dan telunjuk selama 10 menit
  • Kompres hidung dengan menggunakan es untuk mengurangi perdarahan yang keluar secara terus menerus.
  • Tutup lubang hidung dengan menggunakan daun sirih/kain kassa
  • Setelah pendarahan berhenti, kauterisasi dapat dilakukan secara kimia dengan menggunakan perak nitrat.
Selanjutnya, jika tindakan di atas gagal maka operasi akan menjadi solusi yang menyelamatkan jiwa. Kematian akibat epistaksis sangatlah jarang, namun alangkah baiknya apabila mencegah sedini  mungkin untuk terjadinya epitaksis/mimisan pada anak Anda.  
Untuk mencegah mimisan terjadi, cobalah memasang humidifier di kamar anak Anda. Lakukan pembersihan di bagian hidung pagi dan sore , diikuti dengan pemakaian Vaseline hanya di dalam lubang hidung untuk menjaga pembuluh darah lembab. Jika anak Anda memiliki beberapa alergi, jaga  kebersihan kamar anak Anda adalah hal yang utama, menjaga jendela dan pintu tetap tertutup.

Tujuh Tips Ibu Baru Melahirkan Nyaman di Rumah

Menyambut si kecil sebagai anggota baru di rumah tentu menyenangkan.  Sejak jauh-jauh hari Anda dan pasangan sudah menyiapkan kedatangan si kecil. Mulai dari keperluan mandi, baju, tempat tidur dan keperluan-keperluan bayi lainnya.  Tak kalah penting yang harus Anda siapkan adalah beberapa hal sepulang Anda dan bayi dari rumah sakit nanti.

Tujuh Persiapan di Rumah :

  1. Rumah yang Bersih.  Si kecil yang masih rentan terhadap penyakit itu harus tetap terjaga kondisi kesehatannya. Mintalah kerabat atau asisten rumah tangga Anda untuk membersihkan seisi rumah sebelum Anda dan si kecil pulang ke rumah. Rumah yang bersih akan terasa nyaman untuk Ibu dan anak.
  2. Siapkan Keperluan Bayi. Usai melahirkan biasanya Anda masih lemah dan belum bisa bergerak banyak. Usahakan keperluan bayi seperti baju, bedak, tisu basah diletakkan tidak jauh dari jangkauan Anda. Anda bisa meletakkan baju si kecil dan keperluan lainnya di dekat tempat tidur.
  3. Pengasuh Bayi.  Untuk Anda yang akan kembali bekerja usai melahirkan, mempersiapkan pengasuh untuk bayi Anda sudah bisa dilakukan sejak si kecil baru dilahirkan. Selama masa cuti, Anda bisa bergantian mengasuh bayi dengan sang pengasuh. Selain untuk pengenalan si kecil dengan pengasuhnya, Anda juga bisa beristirahat.
  4. Ayunan Bayi atau Tempat Tidur Bayi. Sebagian orangtua bayi sudah menyiapkan box khusus untuk bayi, sebagian bayi ada yang lebih suka diayun sebagai pengantar tidur. Box bayi melatih bayi Anda untuk mandiri sejak dini, sementara ayunan kadang digunakan untuk membuat bayi Anda lebih rileks.  Sebaiknya Anda siapkan keduanya.
  5. Siapkan Keperluan Ibu.  Beberapa keperluan yang tentu Anda pakai pasca melahirkan adalah baju menyusui, bantal menyusui, pembalut, bra menyusui dan alas kaki selama di rumah. Letakkan barang-barang tersebut tak jauh dari Anda, jadi Anda bisa meraihnya tanpa perlu bantuan orang lain.
  6. Breast Pump dan Keperluan untuk Menyimpan ASI Perah.  Breast Pump atau alat pompa Air Susu Ibu (ASI) bisa Anda gunakan saat payudara Anda terlalu bengkak atau jika Anda akan kembali bekerja, Anda mulai menabung ASI untuk bayi Anda. Anda bisa meletakkan ASI Perah di botol-botol kaca dan menyimpannya di kulkas.
  7. Kursi Goyang atau Kursi Khusus Menyusui.  Posisi menyusui yang benar akan berdampak positif pada Anda dan bayi. Menyusui juga disarankan dalam posisi Anda duduk sambil menggendong bayi. Kursi goyang atau kursi khusus untuk menyusui bisa Anda siapkan di rumah. Kursi goyang akan membuat Anda dan bayi lebih rileks saat menyusui.
Dengan mengantisipasi hal-hal yang perlu disiapkan di atas, diharapkan kelelahan ibu setelah melahirkan lebih cepat pulih dan bayi baru lahir juga dapat dirawat dengan baik.

Amankah Rontgen Pada Kehamilan Trimester 2 ?

Wanita hamil memang harus selalu ekstra hati-hati dalam segala hal jika ingin menjaga kehamilannya agar tetap aman dan sehat. Bahaya ada dimana-mana, dan salah satunya adalah bahaya sinar rontgen. Bagi wanita yang buta akan hal ini akan sangat berbahaya karena foto rontgen bisa mengakibatkan dampak fatal bagi kehamilan, seperti cacat pada bayi yang kerap kali terjadi pada masa kehamilan muda dan lain sebagainya.

Wanita yang sedang hamil ada baiknya tidak melakukan pemeriksaan dengan menggunakan sinar x ray, terutama bagi mereka yang masa kehamilannya masih dini atau pada trimester kedua, dimana organ-organ janin mulai terbentuk. Untuk wanita hamil yang kehamilannya sudah menginjak trimester akhir, pemeriksaan menggunakan x ray juga tidak bisa dilakukan begitu saja. Jika bisa dihindari, sebaiknya dihindari, atau jika memang terpaksa harus dengan pengawasan dokter. Radiasi yang dipancarkan pun harus tidak boleh melebihi 10 rad. Karena kelebihan rad akan berakibat pada keterbelakangan janin serta gangguan di daerah mata. Jika pemeriksaan x ray dilakukan di area dada, maka tidak boleh lebih dari 290 milirad.
Selain menimbulkan keterbelakangan otak, cacat tubuh, dan gangguan mata, sinar x ray yang berlebihan juga bisa berakibat pada kanker darah atau leukimia. Lalu jika x ray yang digunakan masih sesuai standar apakah masih aman? Memang kemungkinan resiko penggunaan x ray dengan jumlah standar ini akan lebih kecil, tapi bukan berarti aman sama sekali. Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan pemeriksaan apapun demi menjaga keselamatan bayi tercinta anda.

Salah satu contoh yang perlu anda perhatikan adalah, ketika anda sedang ingin memeriksakan gigi anda yang sedang bermasalah ketika hamil. Sebagian pemeriksaan gigi menggunakan rontgen. Pastikan anda meminta saran terlebih dahulu dari dokter jika pemeriksaan bisa dilakukan tanpa sinar rontgen ini atau dilakukan dengan alternatif lain yang lebih aman untuk janin anda. Rajin-rajin juga membaca buku-buku atau artikel yang bermanfaat bagi anda seputar larangan dan hal-hal yang dilakukan oleh ibu hamil. Dengan mengetahui bahaya maka anda akan lebih aman. Pastikan anda membekali diri dengan informasi yang tepat supaya anda bisa menjaga kehamilan anda sendiri dan menyelamatkan bayi anda dari hal-hal yang tidak anda inginkan atas ketidaktahuan anda pada masalah-masalah kesehatan dan lain sebagainya. Jadilah ibu yang kritis dan selalu ingin tahu untuk menghindari hal-hal negatif yang bisa kapan saja muncul ketika anda hamil. Cari pengetahuan lebih tentang aturan-aturan penggunaan sinar x ray dan alternatif yang tepat. Jangan melakukan tindakan gegabah karena akan berakibat fatal. Tidak hanya menghindari penggunaan sinar x ray, tetapi anda juga harus waspada dengan hal-hal lain yang beresiko bagi bayi anda, seperti bahaya radiasi bagi kehamilan misalnya.

Manfaat USG Bagi Kehamilan Trimester 2

Pasti anda sudah tidak asing dengan istilah USG. USG biasanya dilakukan oleh orang yang sedang hamil untuk mengetahui apakah bayi yang dikandungnya laki-laki atau perempuan. Tapi apa sebenarnya USG? USG atau yang secara medis disebut dengan medis sonografi merupakan teknik pencintraan medis yang berfungsi untuk memberi visualisasi pada tendon, otot, organ-organ internal, mengetahui ukuran organ, struktur, tomografi, dan lain sebagainya. USG sendiri sudah digunakan oleh para sonografer untuk mengetahui gambar tubuh manusia. Selain itu USG juga banyak digunakan untuk memvisualisasikan bentuk janin, ukuran janin, jenis janin dan lain sebagainya. Bagi wanita hamil, USG ini memiliki banyak sekali manfaat. Salah satu contohnya adalah untuk mengetahui usia suatu kehamilan berikut perkiraan kapan wanita tersebut akan melakukan persalinan. Dengan mengetahui perkiraan ini akan lebih mudah bagi sang ibu untuk menjaga kehamilan dan mempersiapkan diri dengan hal-hal yang harus dilakukan untuk persalinannya. Selain itu, dengan cara ini keselamatan ibu hamil juga lebih terjaga.

Manfaat lain dari USG ini adalah mengetahui jumlah janin. Ini karena alat ini bisa mendeteksi janin yang ada dalam rahim serta memvisualisasikannya. Dari sini akan kelihatan berapa jumlah janin yang ada karena ada kemungkinan seseorang hamil kembar atau  bahkan lebih dari dua janin. USG juga banyak digunakan untuk menentukan bometri atau ukuran janin, termasuk berat janin itu sendiri, mengetahui kondisi janin yang sedang dikandung melalui pengamatan langsung pada aktifitas janin, mengetahui kemungkinan adanya kelainan atau cacat, seperti contohnya adalah kelainan pada otak, tulang belakang, seperti sistem saraf pusat, kelainan bentuk jantung, mendeteksi katarak yang terjadi pada bola mata, kelainan pada perut, alat gerak, dan lain sebagainya.

USG juga bisa digunakan untuk mengetahui kondisi serta jumlah kandungan air ketuban, mengukur panjangnya serviks, melihat kondisi plasenta serta lokasinya dan mengetahui kemungkinan adanya mioma, kista atau tumor pada kandungan. Dengan mendeteksi semua hal ini sejak dini melalui USG, maka akan bisa dilakukan penanganan sedini mungkin. Selain itu, berbeda dengan sinar rontgen, USG termasuk kategori aman untuk digunakan. Ini karena USG tidak menggunakan radiasi pengion mutagenik yang bisa merangsang perkembangan sel kanker dan berbagai macam penyakit lainnya. Sedangkan energi ultrasonik yang dihasilkan oleh USG ini bisa berdampak fisiologis yang bisa merangsang adanya respons terhadap inflamasi yang berfungsi memanaskan jaringan lunak dalam tubuh. Akan tetapi pada tahun 2008 ditemukan bahwa tes USG ini juga memiliki resiko seperti efek mekanik terhadap janin dan pertimbangan pada bioeffect. Tapi ini bisa terjadi jika penggunaannya dilakukan secara berlebihan. Oleh sebab itu, pemeriksaan dengan USG sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering dan sesuai dengan petunjuk dokter. Selain itu, untuk efek jangka panjang penggunaan USG ini masih belum ditemukan.

Waktu Ideal Untuk USG 4D: 26-30 Minggu

Ada beberapa waktu Ideal Untuk USG 4D atau 3D. Banyak dari ibu hamil yang sudah mendengar tentang USG 3D dan 4D, tapi belum sempat mencoba dan masih bingung kapan waktu yang terbaik untuk melakukan USG. USG 3D memberikan ibu hamil gambaran bayi 3 dimensi seperti foto yang biasanya dapat dilihat di majalah atau koran, sedangkan USG 4D adalah gambar 3D bergerak. Jika ibu hamil ingin melakukan USG 4D, maka pastikan untuk merekamnya di DVD karena hasilnya bisa cukup menakjubkan.

Mengapa Melakukan USG 3D?

Jika calon ibu melakukan USG 2D, maka hasilnya akan seperti gambar-gambar janin yang biasa kita lihat, sedikit buram dan tidak jelas. Jika ibu hamil menggunakan USG 3D, maka gambar akan terlihat jauh lebih jelas. Tentu saja, USG 3D disarankan saat janin sudah mulai terbentuk. Usia yang disarankan adalah sekitar 14 minggu. Calon ibu akan dapat melihat bentuk bayi lengkap dengan kulitnya. USG 3D memberikan gambaran jelas pada janin di satu sisi. Jika calon ibu ingin melihat janin dengan jelas, maka pastikan untuk mencoba USG 4D. Waktu Ideal Untuk USG 4D adalah setelah waktu ideal untuk melakukan USG 3D.

Waktu Terbaik untuk USG 4D

Jika USG 3D belum bisa memuaskan calon ibu untuk mengintip si janin, maka USG 4D cukup disarankan. Calon ibu sudah bisa melakukan USG 4D saat usia kehamilan menginjak 14 minggu, sama seperti USG 3D. USG 4D lebih disarankan pada kehamilan yang dewasa karena dengan USG ini, calon ibu dan ayah bisa melihat janin dengan sangat jelas. Jenis USG ini membuat kita untuk melihat wajah bayi dan bahkan melihat apakah ia lebih mirip ayah atau ibu. Detail-detail kecil juga akan terlihat seperti bulu mata jari-jari dan lain sebagainya.
Saat terbaik untuk USG 4D adalah saat kehamilan berusia 26 sampai 30 minggu dimana perkembangan janin sudah mulai sempurna. Sebelum minggu ke 26, janin masih mempunyai lemak yang sedikit, jadi tulang wajahnya masih terlihat. Pada minggu ke 26, biasanya janin sedikit bersembunyi, jadi calon ibu dan ayah mungkin tidak dapat langsung melihat wajah janin. Pada saat melakukan USG 4D, biasanya dokter akan mengecek posisi janin, jadi wajah janin bisa terlihat. Usia kandungan dewasa adalah Waktu Ideal Untuk USG 4D karena bentuk janin sudah mulai sempurna.

Badan Gemuk Menghambat Pertumbuhan Anak

Kebanyakan orang tua menganggap bahwa badan yang gemuk dari anaknya memberikan pertanda anak sedang mengalami pertumbuhan yang optimal. Juga ada sebagian lain yang memiliki pendapat bahwa anak gemuk adalah anak sehat. Jadi, orang tua lebih suka untuk melihat anaknya bertambah gemuk setiap harinya. Namun juga perlu dipahami apakah badan gemuk menghambat pertumbuhan anak.Badan gemuk pada anak yang masih kecil memang patut untuk diperhatikan dengan benar karena memang akan memberikan beberapa pengaruh kurang baik bagi pertumbuhan anak. Salah satunya adalah faktor kemalasan pada anak yang pada akhirnya anak tidak mau bergerak.

Badan Gemuk Bisa Mengundang Penyakit

Faktor kemalasan untuk bergerak itu sendiri dikarenakan anak terlalu memiliki berat badan yang berlebih sehingga malas untuk melakukan berbagai kegiatan. Akibat buruk dari malasnya itu akan menyebabkan berbagai gangguan pada fisik seorang anak. Jadi ada baiknya bagi para orang tua untuk mengesampingkan terlebih dahulu keinginan melihat anaknya gemuk. Meskipun terlihat lucu pada balita ternyata badan gemuk menghambat pertumbuhan anak. Pertumbuhan yang melebihi berat yang ideal tersebut mampu memberikan beberapa penyakit yang bisa menghambat perkembangan si anak. Salah satunya adalah adanya gangguan pada sistem pernapasan dan asma.

Hindarilah Diet Untuk Masa  Pertumbuhan

Tentu sebagai orang tua yang bijak kita tidak ingin melihat anak kita yang sangat disayangi mengidap gangguan pada bagian pernapasannya. Oleh karena itu, sudah saatnya kita memperhatikan setiap asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh anak.Dengan menjaga asupan makanan yang tepat maka anak bisa terhindar dari adanya kegemukan atau obesitas. Sedangkan untuk anak yang sudah terlanjur gemuk maka tidak diperbolehkan bagi orang tua untuk melakukan program diet bagi anak tersebut.Adanya program diet pada anak malah menimbulkan sebuah permasalahan yang baru. Permasalahan tersebut adalah adanya gangguan pencernaan yang dikhawatirkan akan menghinggapi anak ketika dipaksa untuk ikut program diet. Oleh karena itu, jagalah selalu makanan yang masuk ke dalam tubuh agar tidak menimbulkan berat badan yakni dengan mengurangi konsumsi gula atau makanan yang manis.Selain itu, usahakan anak agar rutin untuk berolahraaga seperti berjalan atau berlari setiap pagi. Bisa juga diganti dengan bersepeda. Dengan demikian anak akan terhindar dari badan gemuk menghambat pertumbuhan anak.

Memantau Hubungan Sosial Anak Dan Perkembangannya Di Lingkungan Yang Tepat

Hubungan sosial anak dan perkembangannya dapat dipelajari dan dipantau orangtua secara langsung supaya dapat mendeteksi adanya kesulitan yang mungkin dihadapi anak dan segera mencarikan bantuan atau jalan keluarnya. Dalam proses perkembangannya, anak tentu akan terlibat dalam kegiatan di masyarakat yang menguntungkan, meskipun juga bisa merugikan jika menyita waktu dan energy terlalu banyak sampai mengganggu belajarnya.
Hubungan sosial anak dan perkembangannya juga seringkali dipengaruhi oleh media masa. Apa yang dibaca anak di surat kabar, dilihatnya di bioskop, didengarnya di radio, atau ditontonnya di TV bisa mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung dalam bersosialisasi. Bimbingan yang tepat dan kontrol yang bijaksana perlu diberikan kepada anak dari semua pihak, mulai dari keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat sendiri. Hubungan sosial anak dan perkembangannya memang dipengaruhi oleh ketiga aspek tersebut. Meskipun keluarga adalah lingkungan terdekat bagi anak dalam bersosialisasi, tetapi kenyataannya teman-teman bergaulnya berpengaruh lebih besar daripada yang orangtua duga.

Hubungan Sosial Anak Dan Perkembangannya Di Lingkungan Masyarakat

Jadi, tidak ada salahnya untuk memilah-milah teman bergaul anak. Tentu saja pertimbangannya bukan pada status sosial tetapi lebih kepada karakter teman-teman tersebut serta pengaruhnya terhadap anak anda. Teman yang baik akan membawa pengaruh baik dan sebaliknya. Pastikan anda tidak melepaskan pengawasan anda sebagai orangtua dalam hubungan sosial anak dan perkembangannya. Binalah anak dengan cara yang paling nyaman, supaya mereka tidak sampai bergaul di lingkungan yang tidak tepat, atau mengembangkan karakter yang tidak pernah orangtua harapkan.
Anda juga memiliki andil untuk menciptakan lingkungan hidup yang kondusif bagi anak untuk belajar. Ketika anak berada disekitar orang-orang berpendidikan, tentu hubungan sosial anak dan perkembangannya juga akan baik. Sementara membiarkan anak berada di lingkungan penjudi misalnya, tentu lama kelamaan dia akan tertular kebiasaan berjudi yang sering dilihatnya sehingga hubungan sosial anak dan perkembangannya menjadi buruk. Tugas anda sebagai orangtualah untuk memastikan bahwa orang-orang dewasa di sekitar anak akan memberikan contoh yang baik, dan membantu anda membentuk lingkungan yang mendukung kegiatan belajar anak.

Hubungan Sosial Anak Dan Perkembangannya Di Masa Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP)

Setiap anak pasti membutuhkan orangtua untuk mendampingi prosesnya dalam mempelajari kehidupan sosial. Hubungan sosial anak dan perkembangannya yang berhasil menunjukkan kematangan anak dalam bersosialisasi termasuk mampu menyesuaikan diri terhadap norma yang berlaku di kelompoknya, tradisi yang ada di lingkungannya, sampai nilai moral dan agama yang dijunjung lingkungannya. Hubungan sosial anak dan perkembangannya sudah mulai matang, dia akan mampu meluaskan hubungannya tidak hanya dalam lingkup keluarganya tetapi juga dengan teman bermain sebayanya di lingkungan rumah, teman-teman sekelasnya di sekolah, sampai orang-orang yang ditemuinya di tempat kursus, atau tempat lain yang sering dikunjunginya.
Hubungan sosial anak dan perkembangannya mulai tertata saat anak berada di jenjang Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP), dimana dia mulai sanggup mengontrol egosentrisnya atau menyesuaikan diri sendiri untuk bekerjasama dengan orang lain dan mau memperhatikan kepentingan orang diluar dirinya sendiri. Pada saat itulah, ketertarikan anak untuk bergabung dalam suatu kelompok tertentu mulai kuat, dan anak akan berusaha menyesuaikan diri dengan anggota kelompok yang menarik minatnya supaya dapat diterima disitu. Dengan pemilihan kelompok yang baik, maka unsur-unsur baik pulalah yang kemudian tertarik keluar dari diri anak dan membentuk hubungan sosial anak dan perkembangannya yang baik.

Perceraian Orang Tua Bisa Menghambat Pertumbuhan Anak Remaja

Apabila sepasang suami-istri telah merasa tidak sejalan dan sulit untuk menyatukannya maka perceraian dianggap sebagai cara terbaik bagi keduanya. Masing-masing mempertahankan prinsip dan egonya sehingga keadaan rumah tangga tak bisa lagi dipertahankan. Padahal ada sosok anak yang telah hadir di dalam rumah tangga tersebut. Apalagi jika si anak telah beranjak remaja. Perceraian orang tua bisa menghambat pertumbuhan anak remaja.
Remaja merupakan masa pencarian identitas diri seseorang menuju kedewasaan mereka. Masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa ini membutuhkan contoh lengkap sosok kedua orang tua yang harmonis. Karena nantinya dari remaja akan tumbuh keluarga-keluarga baru dengan semangat dan cita-cita yang jauh lebih tinggi. Tumbuh di dalam kerasnya persaingan di dalam dunia kerja dan era globalisasi. Lalu bagaimanakah keadaan mereka apabila orang tuanya bercerai?

Perceraian Akan Membuat Anak Merasa Terpukul

Secara langsung maupun tidak, perceraian orang tua memang bisa menghambat pertumbuhan anak remaja. Sikap yang ditunjukkan memang berbeda-beda. Ada remaja yang terlihat sangat terpukul sehingga menangis menyesali pilihan kedua orang tua mereka. Dan ada remaja yang terlihat sangat cuek, bahkan terkesan tidak mau mendengar apapun yang dikatakan oleh ayah atau ibunya terkait dengan jalan perceraian yang diambil. Kedua sikap yang saling bertolak belakang tersebut, sebenarnya tumbuh dari satu hal yaitu kekecewaan.
Remaja merasa berat untuk menanggung rasa malu setiap kali ditanya oleh teman, guru, dan orang lain di sekitarnya seputar perceraian orang tua mereka. Meskipun sebenarnya si remaja telah cukup paham bahwa dengan bercerai maka pertikaian di dalam rumah akan reda. Dampak perceraian orang tua ini memiliki pengaruh yang sangat besar pada pertumbuhan psikis atau kepribadian remaja. Mulai dari sikap introvert atau tertutup pada orang lain, trauma kepada lawan jenis, kurangnya semangat belajar, sampai dengan sikap berontak dari nilai dan norma yang selama ini diajarkan oleh orang tua. Hal tersebut bisa diatasi apabila remaja memiliki dasar nilai agama yang kuat, memiliki sahabat yang bisa dipercaya, dan memiliki kedekatan dengan salah satu orang tuanya. Karena ketiga faktor tersebut bisa menjadi penyejuk bagi rasa gundah dan putus asa yang bisa dialami oleh si anak remaja korban perceraian orang tua. Namun, bagaimanapun orang tua tetap perlu berpikir kembali sudah tepatkah langkah perceraian yang diambil oleh mereka?

Ciri-Ciri Stres dan Depresi Dalam Perkembangan Remaja

Masa remaja tidak hanya berisi keceriaan dan cinta. Begitu banyak problem yang harus dihadapi remaja. Perubahan fisiknya saja sudah bisa membuat remaja menjadi tidak nyaman. Belum lagi ditambah dengan tuntutan orang tua yang makin tinggi seiring dengan penambahan usianya. Dan tekanan teman-teman sebayanya juga bisa mengganggu pikiran seorang remaja. Karena menerima begitu banyak perubahan dan tekanan dalam hidupnya, seorang remaja juga bisa menderita stres dan depresi.
Tentu saja tingkat stres akan berbeda bagi masing-masing remaja. Tetapi seringan apapun stres yang dialami remaja, tentu saja tidak boleh dibiarkan, apalagi dianggap enteng. Orangtua wajib mengenali ciri-ciri stres dan depresi dalam perkembangan remaja. Hingga bisa mengupayakan untuk menangani stres itu lebih dini dan tuntas.

Beberapa ciri-ciri stres dan depresi dalam perkembangan remaja adalah:

  1. Perubahan drastis pada nafsu makan bisa dicurigai sebagai tanda-tanda remaja mengalami stres dan depresi. Perubahan nafsu makan berupa menurunnya nafsu makan atau malahan kebiasaan makan yang meningkat secara tiba-tiba harus diwaspadai.
  2. Gelisah. Orang tua patut curiga saat remaja terlihat gelisah secara berlebihan. Fikiran dan pandangan yang tidak fokus pada sesuatu adalah tanda-tanda rasa gelisah yang berlebihan pada remaja.
  3. Menurunnya angka-angka rapor juga menjadi tanda ada sesuatu yang mengganggu pikiran remaja. Hingga perhatian si remaja tidak lagi terfokus pada pelajaran sekolahnya.
  4. Stres dan depresi yang dialami remaja bisa membuat ia kehilangan minatnya pada hobi yang ditekuninya.
  5. Orangtua juga patut waspada bila emosi seorang remaja mendadak menjadi sangat labil. Emosi marah yang berlebihan hingga mendorong remaja untuk merusak barang-barang di sekitarnya patut dicurigai sebagai tanda-tanda stres. Begitu pula bila remaja merasa sedih yang berlebihan.
  6. Stres juga bisa menyebabkan keluhan fisik yang tidak jelas. Misalnya sakit kepala atau rasa mual. Bila dokter tidak menemukan penyebab keluhan fisik tersebut, bisa jadi penyebabnya adalah stres atau depresi.
Jangan biarkan stres atau depresi merenggut keceriaan masa remaja anak-anak kita. Kenalilah ciri-ciri stres dan depresi dalam perkembangan remaja hingga mereka bisa menikmati indahnya masa remaja.

Cara Mengobati Luka Memar Pada Anak

Para  orang tua terkadang mengabaikan saat menemukan luka memar pada salah satu bagian tubuh anaknya. Luka memar jika di biarkan amatlah berbahaya karena ada kemungkinan memicu tumbuhnya  ITP (immune Thrombocytopenic purpura) ITP   adalah kelainan pada darah yang menyebabkan kekebalan sistim imun berkurang pada manusia teruatam anak-anak. Menyebabkan trombosit turun dari kisaran normal yaitu 150-450 ribu perkilo meter  darah, tapi pada penderita ITP jumlah trombositnya hanya 20-25 ribu perkilo meter darah. Penyebab memar antara lain, karena tekanan benda keras, disebabkan terjatuh, terkena benturan dan atau terkena pukulan dan tendangan. Apabila Anda menemukan luka lebam/memar pada anak Anda segera lakukan pengobatan.

Mengobati lebam/memar pada anak:

  • Jika memar dan tidak luka, lakukan pengompresan pada anak dengan menggunakan kain halus yang telah di basahi dengan  air es kurang lebih selama 10 menit dan sedikit di tekan. Tujuanya untuk mengurangi pembengkakan.
  •  Jika memar dan terjadi pendarahan sebaiknya kompres dengan air hangat terlebih dahulu guna melancarkan aliran darah selama kurang lebih 15 menit, tujuanya agar supaya penyembuhan lebuh cepat.
  • Selain kompres dengan cara tradisional bisa gunakan kompres yang siap pakai, alat kompres jenis ini bisa di dapat di apotik dan toko obat sehingga pengompresan lebih simple dan praktis.
  • Gunakan minyak untuk olesan yang menimbulkan rasa panas dan dingin di area tubuh yang memar. Hindari menggunakan balsem atau obat gosok.
  • Gunakan olesan minyak hanya pada tubuh bagian luar yang bengkak, oleskan secara merata dan tipis.
  • Apabila menemukan memar pada bagian mata yang di akibatkan dari pukulan kompres dengan air dingin lalu ulangi kompres menggunakan air hangat, ulangi sampai memar hilang. Tidak perlu menggunakan minyak atau salep untuk memar di bagian mata. Pastikan luka memar pada bagian mata tidak menganggu pada penghilatan  anak Anda.
Maka dari itu orang tua di harapkan waspada terhadap luka memar/lebam. Segera kunjungi dokter apabila ada keluhan berkelanjutan.

Tips Menangani Bayi Cegukan

Bayi Anda sering mengalami cegukan? Jangan khawatir karena cegukan merupakan kondisi yang sering dialami oleh bayi. Cegukan bukanlah penyakit yang berbahaya karena cegukan terjadi akibat adanya udara yang terjebak di dalam lambung bayi. Ini terjadi karena saluran pencernaan pada bayi belumlah sempurna. Jika sebagian orang tua menganggap bahwa cegukan adalah tanda bahwa bayi tengah haus atau lapar, itu adalah salah karena cegukan bukanlah tanda dari haus atau lapar. Cegukan merupakan gerakan reflek alami dari tubuh bayi yang dibarengi dengan suara khas yang terkadang terdengar keras dan terlihat menyiksa bayi. Seringnya bayi mengalami cegukan membuat para orang tua ingin mengetahui bagaimana cara mengatasi cegukan pada bayi.
Sebenarnya, mengatasi cegukan pada bayi bukanlah hal yang penting dan wajib dipelajari oleh para orang tua karena cegukan bisa hilang dengan sendirinya. Namun, untuk menghilangkan kekhawatiran para ibu akibat cegukan yang dialami bayinya, maka simak beberapa tips bermanfaat berikut ini :

  1. Atur posisi yang baik dan benar saat menyusui. Pastikan posisi Anda menyusui bayi dengan baik dan benar karena posisi yang tidak tepat saat menyusui dapat mengakibatkan udara ikut tertelan bayi sehingga mengakibatkan cegukan.
  2. Kebiasaan menyendawakan bayi. Sendawakan bayi sesaat setelah proses menyusui berakhir, hal ini sangat efektif untuk mengeluarkan udara yang ikut tertelan dan gas berlebih dalam perut bayi.
  3. Menggosok atau memijat punggung. Saat bayi cegukan, Anda bisa menelungkumpkan bayi ke atas pangkuan untuk kemudian menggosok punggungnya dengan lembut hingga cegukan akan segera menghilang secara perlahan-lahan.
  4. Jadwal Makan dan Minum yang tepat pada bayiPerhatikan jadwal makan atau menyusui bayi, jangan biarkan bayi Anda kelaparan atau kehausan karena kondisi lapar akan membuat lambung bayi mengandung banyak gas yang memicu cegukan.
  5. Hindarkan bayi dari Udara dingin. Pastikan suhu kamar dalam kondisi normal, stel AC dalam posisi tidak terlalu dingin karena udara dingin dapat memicu bayi cegukan. Saat cuaca dingin, Anda bisa menghangatkan tubuh bayi dengan memakaikan sepatu dan sarung tangan atau menyelimuti tubuh bayi.

Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

Biang keringat merupakan masalah kulit yang sering dialami bayi dan anak-anak, terutama pada cuaca panas. Sebenarnya, biang keringat bukanlah penyakit berbahaya, namun apabila tidak diatasi dengan benar, maka biang keringat bisa menyebabkan infeksi kulit yang cukup berat dan memakan waktu lama untuk bisa disembuhkan. Selain itu, biang keringat dapat menimbulkan rasa gatal dan panas sehingga membuat bayi Anda rewel dan tidak nyaman. Karena biang keringat sangat menyiksa bagi bayi Anda, maka sebaiknya para ibu mengerti tentang cara mengatasi biang keringat pada bayi.
Tahukah ibu, biang keringat pada bayi biasanya terjadi karena pori-pori tersumbat sehingga menghalangi keluarnya keringat dengan bebas. Pada saat cuaca panas, biang keringat akan semakin parah dan mengakibatkan kulit bayi muncul bintik-bintik merah hingga berisi cairan bening pada bagian tertentu dari anggota badan, seperti wajah, leher, punggung, dada, dahi, tangan, kepala, dan lain-lain. Nah, Anda pasti ingin segera mengetahui cara mengatasi biang keringat pada bayi? Untuk itu, simak beberapa tips berikut ini :

  • Rajin menjaga kebersihan bayi, baik badan, pakaian, dan juga tempat tidur bayi.
  • Pakaikan baju yang longgar dan terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat. Hindarkan bayi Anda dari pakaian yang terlalu ketat dan tebal, karena akan memicu rasa panas dan lembab yang dapat memperparah biang keringat.
  • Saat cuaca panas, biasanya bayi akan mudah berkeringat. Untuk itu, Anda bisa mengelap bagian tubuh bayi dengan waslap basah dan membubuhkan bedak tipis-tipis untuk menyerap kelembaban, terutama leher, ketiak, paha, lengan dan wajah.
  • Anda harus segera mengganti bagi bayi yang basah oleh keringat atau kotoran karena pakaian yang kotor dan lembab mengandung kuman yang dapat memperparah biang keringat.
  • Pastikan kamar bayi memiliki sirkulasi yang bagus, tidak panas dan juga tidak lembab.
  • Berhentilah memberikan bedak yang mengandung parfum atau produk lainnya yang mengandung bahan kimia karena akan memperparah kondisi kulit bayi Anda.
  • Untuk mengurangi rasa gatal, Anda bisa memberikan bedak yang mengandung salycyl atau zink.
  • Jika biang keringat tidak menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, dan justru mengkhawatirkan, Anda bisa segera menghubungi dokter kulit agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Tips Menangani Panas Tinggi Pada Bayi

Umumnya orang tua akan panik ketika bayinya mengalami panas tinggi. Sebenarnya orang tua tak perlu panik, karena panas tinggi merupakan tanda terjadi infeksi pada tubuh bayi, dan merupakan mekanisme tubuh dalam melawan penyebab infeksi. Namun jika tidak ditangani, panas tinggi yang berkepanjangan dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius, misalnya kejang dan demam.

Ketika bayi mengalami panas, perhatikan apakah bayi masih dapat bermain, masih dapat makan dan minum dengan baik, masih merespon rangsangan dari luar dan apakah kondisinya membaik ketika suhu tubuhnya kembali normal. Jika bayi masih menunjukkan tanda-tanda tersebut, yang perlu dilakukan adalah memberikan minuman yang cukup untuk mencegah dehidrasi, dan biarkan bayi beristirahat agar panas turun dengan sendirinya. Namun jika hal-hal tersebut tidak terlihat, atau suhu tubuhnya semakin tinggi, Anda boleh menduga bahwa panas tersebut merupakan gejala penyakit, dan bayi harus segera dibawa ke dokter untuk ditangani dengan tepat.
Dalam tips menangani panas tinggi pada bayi, hal yang penting dilakukan adalah pengukuran suhu tubuh. Untuk mengukur suhu tubuh bayi dengan tepat, gunakan termometer air raksa atau termometer digital pada dubur atau ketiak. Sebagai catatan, pengukuran suhu pada dubur lebih akurat dibandingkan pada ketiak. Seorang bayi dinyatakan demam bila suhu dubur terukur =38∞, atau suhu ketiak =37,2∞ C.

Hal penting berikutnya dalam tips menangani panas tinggi pada bayi adalah menurunkan suhu tubuh bayi dengan kompres. Anda sebaiknya tidak menggunakan kompres es dan kompres alkohol. Kompres es dapat menurunkan suhu kulit dan menyebabkan anak menggigil, sedangkan uap alkohol dapat menyebabkan iritasi mata bayi, atau jika terhirup dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Sebaiknya gunakan kompres air biasa pada dahi, ketiak dan lipatan paha, untuk menurunkan suhu di permukaan tubuh secara perlahan. Hindari memberi obat penurun demam sebelum berkonsultasi dengan dokter. Kenakan pakaian yang tipis dan mudah menyerap keringat, hindari membungkus bayi dengan selimut. Letakkan bayi di ruangan yang nyaman dengan sirkulasi udara yang baik. Jika suhu tubuh bayi tetap tinggi, bayi mengalami muntah atau diare, kehilangan nafsu makan, mulut terlihat kering, rewel, sesak napas, atau bayi mengalami kejang, segera bawa bayi ke dokter.

Manfaat Menyanyi bagi Balita

Ketika menginjak usia lima tahun, kemampuan mendengarkan balita akan semakin berkembang seiring dengan tumbuh kembang kognitifnya. Namun demikian, kemampuan kognitif balita hendaknya terus diberi stimulasi agar tumbuh kembangnya makin optimal sesuai dengan milestone tumbuh kembang balita. Salah satu bentuk stimulasi yang tepat adalah mengajak balita menyanyi. Menurut penelitian yang pernah dilakukan oleh Robert Back, salah satu ilmuwan pada Universitas California dan Edzard Ernt salah satu tim peneliti Universitas Exeter, mengungkapakan bahwa ternyata terdapat berbagai macam manfaat menyanyi bagi balita.

Apa Saja Manfaat Menyanyi bagi Balita?

Berikut ini akan disajikan beberapa manfaat menyanyi bagi balita sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:
  • Senam wajah.
    Gerakan menyanyi yang melibatkan seluruh otot-otot wajah akan menyebabkan wajah menjadi lebih cerah dan sehat.
  • Otot perut dan dada.
    Pada saat balita menyanyi akan dibutuhkan suplai oksigen yang lebih besar daripada ketika balita berbicara. Suplai oksigen yang lebih besar akan menyebabkan pergerakan otot perut dan dada meningkat, sehingga otomatis melatih otot-otot perut dan dada.
  • Cegah cadel.
    Artikulasi atau pelafalan suatu kata atau kalimat yang diucapkan balita akan lebih jelas terdengar. Sehingga dapat mengindari kemungkinan cadel pada balita. selain itu balita akan mudah mengucapkan kata-kata dengan lebih jelas dan tepat.
  • Cerdas.
    Menyanyi juga ternyata dapat mencerdaskan balita. hal ini disebabkan menyanyi membutuhkan otak kiri untuk syair lagu dan otak kanan untuk tangga nada. Kedua sisi otak yang bekerja bersamaan akan mengaktifkan jembatan otak.
  • Mendengkur.
    Menyanyi dengan artikulasi tepat, secara tidak langsung akan melatih otot-otot pernafasan dada pada pernafasan atas, sehingga kemungkinan mendengkur karena jalan napas yang terhambat bisa dihilangkan.
  • Cegah asma.
    Otot-otot pernapasan dada dan perut yang terlatih, akan melapangkan jalan pernapasan, sehingga kemungkinan terjangkitnya astma daat dicegah.
Demikianlah beberapa manfaat menyanyi bagi balita. Manfaat penting lain yang didapatkan ketika menyanyi adalah kegembiraan hati. Dengan hati yang gembira, maka hormon pertumbuhan akan makin lancar terproduksi, sehingga tumbuh kembang balita akan makin optimal sesuai dengan milestone balita. Semoga bermanfaat.

Siapkah Balita Belajar Bahasa Asing

Seberapa siapkah balita belajar bahasa asing? Bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa Mandarin seringkali sudah diperkenalkan pada level pendidikan yang paling mendasar yakni pre-school. Banyak ahli percaya bahwa semakin dini balita diperkenalkan dengan bahasa asing, semakin mudah pula mereka menguasainya kelak ketika mereka menginjak usia matang untuk sekolah. Namun timbul pertanyaan, siapkah balita belajar bahasa asing? Sudah benarkah pengajaran yang dilakukan? Apakah tidak akan timbul dampak negatif dengan pembelajaran bahasa asing pada usia dini? Pertanyaan – pertanyaan tersebut akan diulas dalam artikel di bawah ini.

Pembelajaran Bahasa Asing Bagi Balita

Siapkah balita belajar bahasa asing? Pada saat ini, pengenalan bahasa asing kepada balita atau anak usia sekolah merupakan sesuatu yang wajar dan normal. Bahasa asing, terutama bahasa Inggris, telah banyak disisipkan dalam percakapan antara orang tua kepada anak atau guru kepada murid untuk membuat anak lebih cepat akrab dan menguasai bahasa tersebut. Namun, beberapa kalangan memiliki perbedaan pendapat tentang pengenalan bahasa asing kepada anak – anak. Alasannya, pengenalan bahasa inggris terlalu dini dapat menggerus rasa nasionalisme anak sejak kecil. Benarkah hal tersebut? Lalu, apakah orang tua harus menjauhkan buah hati mereka dari pengaruh bahasa asing? Bagaimana mengetahui seberapa siapkah balita belajar bahasa asing?

Hal-Hal Yang Perlu Dipahami Mengenai Kesiapan Balita Menerima Bahasa Asing

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diketahui menyangkut pembelajaran bahasa asing untuk anak – anak:
  • Waktu Yang Tepat
    Kapan waktu terbaik memperkenalkan anak pada bahasa asing? bagaimana mengetahui seberapa siapkah balita belajar bahasa asing?
    Para ahli berpendapat usia 3 – 6 tahun merupakan masa yang tepat untuk mulai memperkenalkan dengan kosakata sederhana dalam bahasa asing kepada balita. Semakin awal mengenal, semakin cepat balita akan menguasai bahasa asing tersebut. Pengenalan bahasa asing pada anak yang baru dimulai setelah melewati masa remaja akan membuat mereka susah menyerap pelafalan bahasa asing tersebut dengan lancar.
    Namun, beberapa kalangan mengkhawatirkan bahwa mereka akan lebih mengenal bahasa asing daripada bahasa ibu yang dapat mengakibatkan mereka terisolasi dari pergaulan sekitar. Oleh karenanya, pada periode emas balita (usia 3-6 tahun) hendaknya pengenalan bahasa ibu dan bahasa asing dilakukan dengan seimbang.
  • Cara Pengenalan
    Setelah memahami seberapa siapkah balita belajar bahasa asing, kini perlu diperhatikan metode apa yang harus digunakan. Memperkenalkan bahasa asing pada balita tidak bisa dilakukan dengan metode mengajarkan bahasa asing di dalam kelas umum. Karakter khusus pada bayi seperti aktif, susah diam, mudah bosan, susah berkonsentrasi membuat bunda harus berinovasi dalam proses belajar mereka. Yang perlu diingat adalah ciptakan suasana menyenangkan baginya. Beberapa metode dan alat untuk mengajarkan bahasa asing bagi balita antara lain dengan lagu, gambar, cerita pendek, flash card, permainan, dan lain-lain.
Yang terpenting dari semua pembahasan di atas adalah sebelum anda memutuskan apakah balita anda perlu belajar bahasa asing, pahami terlebih dahulu seberapa siapkah balita belajar bahasa asing.

Membiasakan Balita Belajar Bekerjasama Dalam Kelompok

Bunda tentu bangga jika mempunyai buah hati yang cerdas dan pintar. Namun bunda, yang tidak kalah penting adalah kemampuan bekerjasama dalam kelompok. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok dapat dibiasakan kok bunda, lewat permainan yang mengasyikkan.
Kemampuan bekerja sama sangatlah diperlukan oleh anak bunda ketika anak bunda dihadapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Bunda tentu ingin anak bunda dapat berkawan dan bekerjasama dengan teman-temannya bukan. Biasakan balita bekerjasama dalam kelompok agar anak bunda terbiasa jika dihadapkan dengan masyarakat suatu saat nanti. Beberapa penelitian menunjukan kunci sukses seorang pengusaha adalah kemampuannya untuk bekerjasama dengan relasi, dan ternyata kemampuan kerjasama dapat dilatih sejak dini.

Latih bekerjasama dengan permainan

Cara paling tepat mengajari anak-anak adalah dengan bermain. Biasakan anak bunda bermain permainan yang sifatnya aktif dengan teman-temannya untuk mengajarkannya komunikasi. Beberapa permainan tradisional justru dipandang lebih baik mengajarkan kebiasaan kerjasama tim bunda. Permainan tradisional seperti benteng dapat mengajarkan kerjasama yang mengasyikkan serta melatih daya piker serta kreatifitas anak. Permainan benteng adalah permainan beregu dimana tiap regu bertanggung jawab menjaga benteng masing-masih. Kelompok yang mampu menyentuh benteng tanpa disentuh lawan kemudian meneriakkan benteng adalah pemenang. Bagi anggota kelompok yang berhasil tertangkap lawan akan dimasukkan ke penjara dan anggota kelompoknya bertanggung jawab mengeluarkannya dari penjara.
Permainan lain yang dapat mengajarkan buah hati anda kerjasama misalnya adalah petak umpet yang dimainkan dalam tim. Petak umpet saat dimainkan dalam tim dapat melatih kerjasama antara sesama tim pencari dan tim yang bersembunyi. Selain memalui permainan mengikutkan balita anda dalam kelompok tari, olah raga , drama dan sebagainya juga dapat membantu membiasakannya bekerjasama bunda.
Bunda, poin pentingnya adalah biasakan anak bunda berinteraksi dengan teman-temannya, namun tetap menjadi kewajiban bunda untuk mengawasi nya agar yang dilakukan anak bunda tetap positif. Sebisa mungkin hindarkan anak bunda dari kebiasaan terlalu sering memainkan game modern seperti play station yang kebanyakan adalah game individual.

Manfaat langsung bagi balita

Membiasakan balita bekerjasama memiliki manfaat yang penting bunda. Manfaat membiasakan balita belajar bekerjasama dalam kelompok adalah :
  1. Kemampuan komunikasi yang baik dengan orang lain
  2. Mengerti, memahami dan menaati aturan
  3. Mempunyai banyak teman serta bergembira bersama teman-temannya tersebut
  4. Mengerti dan memahami perasaan orang lain
  5. Mampu member perintah dan menaati perintah sesuai posisinya
  6. Membiasakan diri bekerjasama dengan orang lain.
Latihlah anak bunda untuk selalu berinteraksi dalam keluarga maupun dengan teman-temannya. Permainan-permainan yang mengasyikkan dapat menjadi sarana belajar yang ampuh lho bunda. Ingat bunda kesuksesan anak bunda kelak ditentukan juga pola ajar bunda sekarang ini. Biasakan balita belajar bekerja sama dalam kelompok mulai sekarang.

Melatih Balita Belajar Pakai Sepatu Sendiri

Balita belajar pakai sepatu sendiri tentu membutuhkan latihan. Balita belajar pakai sepatu sendiri tentunya melalui proses dan tahapan yang berbeda antara satu anak dengan anak lainnya. Karenanya, membiasakan anak sejak dini lebih baik agar mereka mandiri dalam hal kecil kemudian beranjak pada hal yang besar. Biasanya balita mulai dari usia 2 hingga 4 tahun sudah diajari memakai sepatu dengan benar.
Melatih balita belajar pakai sepatu sendiri tentunya membutuhkan bantuan orang tua ataupun pengasuhnya. Biasanya dapat distimulasi perkembangan motoriknya hingga akhirnya balita mampu memakai sepatunya sendiri. Jika orang tua ataupun pengasuhnya melatih dengan menyenangkan tanpa ada kata-kata kasar pada diri balita, tentunya akan menambah stimulasi balita belajar pakai sepatu sendiri berjalan cepat.

Balita Belajar = Balita Mandiri

Usia di bawah lima tahun termasuk usia belajar yang mudah, asalkan dibimbing dan diberi contoh maka balita akan sanggup meniru untuk memakai sepatu sendiri. Di umur 2 tahun, umumnya balita telah dapat memasukkan kaki ke dalam sepatu. Maka tidak heran dia akan mencoba sepatu orang tuanya, sekaligus memakainya dengan senang hati walaupun sepatu tersebut terlalu besar baginya.
Memasuki usia tiga tahun, balita belajar pakai sepatu sendiri akan dapat dilakukannya seorang diri tanpa bantuan siapapun. Dia akan dapat memakai sepatu serta mengaturnya dengan bantuan kedua tangan. Kemudian balita mampu mengancingkan sepatu, meskipun terkadang dia membutuhkan bantuan agar terkancing dengan benar.

Memudahkan Balita Belajar Pakai Sepatu Sendiri

Berikut ini beberapa tips agar balita belajar pakai sepatu sendiri dengan mudah:
  • Belikan Sepatu Yang Cocok. Setiap umur balita mempunyai jenis sepatu sendiri-sendiri, sehingga orang tua harus jeli dalam memilih tipe sepatu bagi anaknya. Di usia 2 tahun sebaiknya balita dibelikan sandal dan sepatu pantovel. Bila memungkinkan belikan sepatu berbahan velkro. Pada usia 3 tahun, balita akan senang bila mendapati sepatunya terdapat kancing atau semacamnya. Sehingga dia dapat belajar untuk mengancingkan sepatunya sendiri.
  • Beri Kesempatan Belajar. Orang tua sering menganggap balitanya belum mampu untuk melakukan sesuatu dengan mandiri, seperti halnya pada balita belajar pakai sepatu sendiri. Umumnya dikarenakan tergesa-gesa atau memerlukan waktu cepat maka orang tua memakaikan sepatu pada anaknya. Tanpa disadari hal tersebut akan meminggirkan peran serta balita untuk hidup mandiri. Balita adalah usia terbaik bagi anak untuk belajar mandiri dan mengenal dunia dengan caranya sendiri. Maka berilah kesempatan bagi balita Anda untuk belajar sebanyak-banyaknya, begitu pula dengan belajar memakai sepatu.
Tulisan tentang melatih balita belajar pakai sepatu sendiri ini akan dapat membantu Anda bila memberikan kesempatan belajar mandiri pada balita di rumah. Ajarilah dia untuk memakai sepatu dengan benar, misalnya mendahulukan kaki kanan dan mengucapkan doa sewaktu memakai sepatu.